Katapublikjatim|MOJOKERTO, – Kejuaraan Karate Open Tournament Piala Bergilir Komandan Korem 082/Citra Panca Yudha Jaya (CPYJ) sukses digelar di GOR Seni Majapahit, Kota Mojokerto, pada Sabtu hingga Minggu, 22–23 Agustus 2026. Ajang ini menjadi pusat perhatian dunia olahraga bela diri, dengan antusiasme peserta yang luar biasa tinggi dari berbagai daerah.
Sebanyak 1.050 atlet karate dari beragam latar belakang, mulai dari pelajar hingga masyarakat umum, turut ambil bagian dalam kompetisi bergengsi tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan bahwa minat dan bakat terhadap olahraga karate di tanah air terus tumbuh pesat, menjadikan turnamen itu sebagai salah satu ajang pencarian bakat terbesar di wilayah ini.
Kejuaraan tersebut mempertandingkan tidak kurang dari 336 kategori dan kelas, yang mencakup pertandingan perorangan maupun beregu di berbagai tingkatan usia. Mulai dari kategori pemula, kadet, yunior, hingga senior atau dewasa, setiap kelas berlangsung dengan persaingan yang ketat, sehat, dan penuh semangat juang yang tinggi.
Pembukaan kejuaraan dilakukan langsung oleh Danrem 082/CPYJ, Kolonel Inf. Batara Alex Bulo, yang menandai dimulainya pertandingan dengan pemukulan gong. Prosesi pembukaan itu dihadiri oleh Wakil Bupati Mojokerto, Ketua DPRD Kabupaten Mojokerto, Wakil Ketua I DPRD Kota Mojokerto, serta unsur Forkopimda dan tamu undangan lainnya.
Dalam sambutannya, Danrem menyampaikan bahwa tujuan utama kegiatan ini adalah mencari bibit-bibit atlet unggul sejak usia dini, mulai dari kelompok kadet, yunior, hingga senior. Diharapkan dari ajang tersebut lahir juara-juara baru yang mampu mengharumkan nama bangsa melalui prestasi di tingkat daerah maupun nasional.
Lebih dari sekedar mencari pemenang, turnamen itu dirancang sebagai sarana pembentukan karakter dan peningkatan kualitas sumber daya manusia. Karate tidak hanya melatih fisik, tetapi juga membentuk kedisiplinan, loyalitas, dan rasa tanggung jawab yang menjadi pondasi generasi muda yang kuat dan berintegritas.
Danrem juga menitipkan tiga pesan penting kepada seluruh atlet yang berlaga. Pertama, senantiasa menjunjung tinggi sportivitas dalam setiap pertandingan. Kedua, keluarkan kemampuan terbaik namun tetap mengutamakan faktor keamanan dan keselamatan, sehingga tidak ada atlet yang mengalami cedera usai bertanding. Ketiga, jaga kebersamaan dan jadikan ajang ini sebagai sarana mempererat silaturahmi antar sesama pecinta karate.
Pesan sportivitas tersebut juga ditegaskan tidak hanya menjadi tanggung jawab atlet, tetapi juga pelatih, official, dan seluruh pihak yang terlibat. “Jangan sampai pemainnya sudah sportif, tetapi pelatihnya justru berkelahi,” tegas Danrem, mengingatkan bahwa setiap orang harus menjadi teladan yang baik di arena olahraga.
Perhatian yang sama besar juga diberikan kepada para wasit yang memimpin jalannya pertandingan. Danrem meminta seluruh wasit bekerja secara adil, objektif, dan profesional, karena kualitas kepemimpinan wasit menjadi kunci utama kemajuan dan peningkatan prestasi olahraga karate di Indonesia.
Menurut pengamatan penyelenggara, pelaksanaan turnamen tahun ini mengalami peningkatan yang sangat baik dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya. Hal itu terlihat dari jumlah peserta yang lebih banyak, kualitas pertandingan yang lebih kompetitif, serta antusiasme masyarakat yang semakin besar mendukung kegiatan positif tersebut.
Meski begitu, Danrem menyayangkan keterbatasan waktu pelaksanaan yang hanya berlangsung satu hari efektif pertandingan. Kendati demikian, semangat dan antusiasme para atlet tidak berkurang sedikitpun, dan hal ini mendorong penyelenggara untuk berkomitmen menyempurnakan pelaksanaan di tahun-tahun mendatang agar lebih optimal.
Para juara yang lahir dari kejuaraan itu diharapkan dapat terus dibina dan dikembangkan hingga mampu berkompetisi di ajang yang lebih tinggi, mulai dari PON, Piala TNI, hingga ke tingkat internasional. Turnamen tersebut menjadi jembatan penting bagi para karateka muda untuk melangkah menuju panggung prestasi yang lebih luas.
Secara keseluruhan, kejuaraan ini juga menjadi sarana pembentukan karakter bangsa yang cinta tanah air. Melalui latihan dan pertandingan, para karateka ditempa menjadi pribadi yang disiplin, loyal, tangguh, dan siap menjadi garda bangsa yang dapat diandalkan untuk kemajuan negara.
Tingginya animo peserta mendorong rencana pelaksanaan turnamen itu secara berkelanjutan di tahun-tahun mendatang. Piala Bergilir Komandan Korem 082/CPYJ diharapkan dapat menjadi agenda tahunan yang tetap, berperan penting dalam pembinaan atlet nasional secara berkesinambungan.
Dengan berakhirnya kejuaraan ini, tersisa harapan besar agar semangat, disiplin, dan sportivitas yang ditunjukkan para atlet dapat terus terjaga. Lewat ajang sederhana namun bermakna tersebut, Mojokerto telah menjadi saksi lahirnya harapan-harapan baru bagi masa depan olahraga karate Indonesia yang semakin cerah dan berprestasi di kancah dunia.
Pewarta: Agung Ch
